Langsung ke konten utama

8 MACAM BENTUK KARMA

"8 Macam Bentuk Karma dan Memahami Makna Karma yang Sesungguhnya"



Di dalam ajaran Hindu, dipaparkan adanya dua hukum yang berlaku dalam alam semesta ini, yaitu Hukum Rta (hukum yang mengatur dinamika alam semesta, benda, dan materi) serta Hukum Karma (hukum yang mengatur dinamika kehidupan para mahluk).

⛅️ Pengertian Karma
Kata Karma berasal dari kata Sansekerta yang berarti perbuatan, kerja, atau gerak. Karma (Perbuatan) meninggalkan Karma Vasana (jejak – jejak perbuatan) yang suatu saat nanti akan muncul sebagai Karmaphala (buah dari karma, hasil perbuatan) yang akan menentukan baik buruk perjalanan kehidupan kita. Jika Karma kita baik (Subha Karma) maka akan mendapatkan perjalan hidup yang lancar dan bahagia, sedangkan jika karma kita tidak baik (Asubha Karma) maka akan mendapatkan pengalaman hidup yang berat dan sengsara. Hukum karma adalah hukum yang mengatur dinamika kehidupan semua mahluk di alam semesta, yang mana hukum inilah penyebab mengapa adanya yang terlahir miskin atau kaya, ada cantik, tampan atau buruk rupa.

⛅️ Macam-Macam Bentuk Karma
Bentuk karma jumlahnya sangat banyak, yang secara garis besar dikelompokkan menjadi delapan pokok bentuk karma, yaitu sebagai berikut :

1. Mohaniya Karma
Karma ini akan mengaburkan kesadaran kita atau menghambat peningkatan kualitas kesadaran kita dan membuat kita jatuh kedalam gelap tanpa ada cahaya, sehingga tidak dapat melihat mana yang disebut baik dan tidak baik. Karma ini terbentuk dengan cara-cara misalnya seperti berikut :

• Terlalu banyak marah, sering membenci, perilaku kasar, berselingkuh dll.
• Terlalu larut dengan kesenangan-kesenangan yang bersifat duniawi.
• Terlalu fanatik dalam hal beragama (tidak adanya toleransi akan keberagaman kepercayaan).

2. Darsanavaraniya Karma
Karma yang menghalagi kemampuan fisik kita serta menghilangkan kemampuan pengindera dalam diri. Misalnya seperti contoh berikut :

• Caksur-Darsanavaraniya Karma: Yang menghilangkan kemampuan sebernanya pada mata, yang sejatinya dapat melihat alam halus dan mahluk halus, dan yang paling parah adalah kehilangan kemampuan mata untuk melihat secara normal.
• Acaksur-darsanavarana Karma: Yang membuat kita kehilangan kemampuan yang sebenarnya pada indra tubuh selain mata (telinga, hidung, lidah, dll)
• Avadhi-darsanavarana Karma: yang membuat kita kehilangan kemampuan sebenarnya pada badan fisik.

3. Jnanaravaniya Karma
Karma yang menghalangi penyerapan ilmu pengetahuan. Karma ini akan membuat kita sulit berjodoh dengan ilmu pengetahuan sehingga membuat pikiran jadi tumpul,tidak pintar, dan buntu.

4. Antaraya Karma
Karma yang menghambat kita untuk melakukan kebaikan, menerima pemberian, atau menikmati hasil kerja kita. Contohnya yaitu sebagai berikut :

• Dana-antaraya Karma: Menyebabkan kita tidak dapat menolong seseorang. Misalnya kita ingin memberikan bantuan berupa uang kepada mereka yang terkena bencana, tapi kita sendiri dalam kondisi kekurangan uang.
• Labha-antaraya Karma: Menyebabkan kita tidak dapat menerima pemberian orang lain. Misalnya sedang ada bagi-bagi sembako, akan tetapi kita tidak kebagian meskipun telah ikut mengantri.
• Virya-Antaraya Karma: Menyebabkan munculnya rasa "tidak inginan" dalam diri untuk melakukan sesuatu.

5. Vedaniya Karma
Karma yang mempengaruhi gejolak emosi, perasaan, dan pikiran positi-negatif. Misalnya menyebabkan manusia ada yang mudah marah, ada yang penyabar, ada yang humoris, ada yang pemurung, ada yang pemberani, dan ada pula yang penakut. Karma ini terbentuk dari akumulasi sifat-sifat dalam menjalani kehidupan sebelumnya atau saat ini. Jika kita menjalani hidup dengan welas asih kepada semua mahluk, maka akan mendapatkan karma yang sifatnya baik, sedangkan jika menjalani hidup dengan menyakiti dan merugikan mahluk lain, maka akan mendapatkan karma yang sifatnya tidak baik.

6. Ayusua Karma
Karma yang membawa kita ke alam-alam setelah kematian. Karma ini terbentuk dari akumulasi karma kita semasih hidup yang akan menentukan kita akan menuju Bhur Loka, Swah/Svarga Loka, atau langsung terlahir kembali.

7. Nama Karma
Karma yang menentukan kita lahir dalam tubuh mahluk apa dan kondisi badan fisik yang bagaimana.

8. Gotra Karma
Karma yang menentukan nasib hidup kita, seperti tempat, situasi lingkungan, dan dalam keluarga seperti apa kita akan dilahirkan, serta dengan siapa saja kita akan bertemu.

⛅️ Tiga Jenis Karma dalam Rentang Roda Samsara
Jika berdasarkan rentang waktu, maka karma-phala dapat terbagi menjadi tiga. Yaitu sebagai berikut :

🔙 Sancita Karmaphala: Tindakan yang kita lakukan pada kehidupan sebelumnya dan baru kita terima hasilnya di kehidupan sekarang

🔛 Prarabda Karmaphala: Tindakan yang kita lakukan disaat ini, yang buah karmanya kita terima pada kehidupan ini juga.

🔜 Kriyamana Karmaphala: Tindakan yang kita lakukan di saat ini, yang buah karmanya akan kita terima di kehidupan berikutnya.

⛅️ Cara Menghadapi Karma
Cara untuk menghadapi karma ialah dengan berhubungan baik dengan karma, yang artinya adalah membiarkan putaran karma mengalir bersama diri kita sendiri, karena mereka yang mengalir bersama putaran karmanya maka bathinnya pun akan damai dan lebih mudah bahagia. Selain itu, hal ini juga akan memunculkan sifat ketulusan dan keihklasan dalam diri dalam menjadi kehidupan. Misalnya, jika kita punya impian menjadi orang yang kaya raya, akan tetapi setelah bekerja keras hasil yang didapat (karma) hanyalah hidup sederhana, maka mengalirlah bersama karma dengan mensyukuri apa yang kita miliki dengan mengurangi mengeluh dan tetap selalu bekerja keras.



⛅️ Siapakah Penentu Karma Kehidupan?
Mungkin kita mengira bahwa karma yang kita peroleh sudah diatur atau ditentukan Tuhan. Akan tetapi dari apa yang dijelaskan dalam buku Samsara, disebutkan bahwa:

Dalam ajaran agama Hindu manusia itu Svatantra Katah, yaitu makhluk yang sepenuhnya bebas, memilik kehendak bebas, dan sepenuhnya bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri. Jadi, hukum karma bukanlah sebagai nasib atau “takdir Tuhan”, melainkan kita sendirilah yang sepenuhnya menentukan nasib kita sendiri. Baik buruknya pada kehidupan sekarang merupakan Karma (buah perbuatan) dari kehidupan sebelumnya dan saat ini. Maka dari itu, mari sama-sama benahi diri, pilih yang baik, dan lakukan yang baik pula untuk kelak mendapatkan karma yang baik pula.(@merta81)
di kutip dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA - NAMA BINATANG DALAM BAHASA BALI

Adan-adan buron 1.    Panak Jaran madan bebedag 2.    Panak kambing madan wiwi 3.    Panak meng madan tai 4.    Panak bojog madan apa 5.    Panak sampi madan godel 6.    Panak bebek madan memeri 7.    Panak siap madan pitik 8.    Panak bikul madan nyingnying 9.    Panak bangkung madan kucit 10.    Panak cicing madan kuluk/konyong 11.    Panak kakul madan picipici 12.    Panak penyu madan tukik 13.    Inan lindung madan kodes 14.    Panak capung madan blauk 15.    Celeng ane kaliwat wayah kanti pesu caling madan bangkal 16.    Inan pitike madan pangina 17.    siap ane muani suba wayah madan manuk 18.    yuyu di pasihe madan cangking 19.    kakul di pasihe madan omang-omang 20. Pa nak Maca...

API KUNDALINI

API KUNDALINI, BHAIRAWI DAN BHAIRAWA Jika kita telaah secara hati-hati dengan berpegang pada teks-teks Tantra tradisional [bukan hasil interpretasinya] lalu membandingkan ajaran soal Kundalini ini dengan banyak metodelogi Yoga di Bali, kita akan tercengang dengan betapa kayanya tradisi spiritual Bali dengan teknik yoga. Tapi mari kita bahas satu persatu. Malam ini adalah malam Bulan Penuh. Bulan dalam bahasa Kawinya adalah "Chandra",  dan berkaitan dengan "Soma" yang juga dideskripsikan sebagai "Amrta". Kata Chandra mengingatkan pada judul teks lontar, "Chandra Bhairawa", sementara Soma mengingatkan pada "Kakawin Sutasoma", Sang Pangeran Rembulan yang menerima anugerah Durga-Bhairawi. Sedangkan kata Amrta juga sering disebut-sebut dalam lontar, lengkapnya "Amrta Kundalini", yang artinya "amreta yg muncul dari pengolahan api". Apa itu Kundalini? Kundalini adalah "api", soal bagaimana membangkitkan ...

Bendesa Adat Sudaji Mengapresiasi Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa

 Bendesa adat Sudaji, Mengapresiasi Keberadaan Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa.  Singaraja, Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa memberikan Dharma Shanti sekaligus Dharma Tula Suksmaning Kepemangkuan, Uperengga Upacara Yadnya di Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng kota Singaraja pada hari Minggu, (2/4/2023) pagi. Ida Pandita Dukuh Celagi Daksa Dharma Kirti selaku pembina yayasan didampingi Ketua yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa Ir.Jero Mangku Ketut Suryadi menjelaskan, bahwa tujuan dari Yadnya adalah untuk mencapai kebahagiaan baik lahir maupun bathin.  Sebelum beliau melanjutkan, bahwa di dalam ajaran Kabodan ada 3 bentuk rambut yang di muliakan yakni  1. Magotro : angaras bahu 2. Amondi. : Megundul / maplontos  3. Angore    : Megambahan  Sesuai dengan perintah Ida Nabe, beliau ( Ida Dukuh Celagi) ngagem Angore (Megambahan).  Pada dasarnya seorang pemangku itu adalah seorang pelayan umat, demikian juga Seorang...