Langsung ke konten utama

Pasraman Pemangku dan Serati di Desa Pikat

Pasraman Pemangku lan Sarati di Desa Pikat


Poin utama menjadi seorang murid adalah belajar. Dan harapan setiap guru adalah melihat para muridnya belajar untuk berdiri di atas kedua kaki mereka sendiri, dan terbebaskan dari keyakinan-keyakinan dan perilaku-perilaku terkondisi mereka. Semakin kurang kita bertindak berdasarkan agenda-agenda kita, khususnya ketergantungan kita pada otoritas, semakin kita bisa menjadi diri kita yang sebenarnya. Dari situ kita bisa hidup mengembangkan kebaikan yang merupakan jalan sejati kita.


Hubungan guru dan murid adalah untuk belajar menghadapi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dihindari yang akan muncul dalam hubungan tersebut. Yang paling sering, kesulitan-kesulitan ini adalah hasil dari saringan murid, termasuk semua harapan dan asumsi tentang apa yang seharusnya berlangsung dalam hubungan guru dan murid.

Lebih lanjut, setiap murid, betapapun dewasanya, akan selalu membawa egonya ke dalam hubungan guru dan murid, baik melalui masalah-masalah kepercayaan, perlunya tunduk atau melawan terhadap otoritas, butuh untuk disukai atau dimengerti. Apapun strategi ego kita itu, tidak diragukan lagi itu akan memainkan dirinya sendiri dalam hubungan guru dan murid dengan cara yang sama, seperti hubungan lainnya. Sebagai contoh, bila kita mempunyai reaksi emosional atas situasi yang sulit dengan guru tersebut, apakah kita selayaknya marah dan berpikir kita perlu menyuarakan pikiran kita?. Apakah kita mundur atau merasa putus asa? atau kita menjadi mati rasa?. Penting untuk mengetahui pola kita sendiri. Dan penting bahwa kita mengerti apa yang harus dilatih dalam situasi-situasi seperti ini.


Pertama dan terpenting, kita harus melihat dengan jelas dan jujur apa yang kita lakukan. Kita mungkin menekan nilai-nilai subjektif kita sendiri. Kita mungkin bereaksi berdasarkan hal yang tidak kita ketahui atau harapan yang tersembunyi. dimana kita mengulangi pola-pola yang ada dalam hubungan-hubungan sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Diri

 Perjalanan menuju Harmonisasi Diri  1. #SUGIHAN_TENTEN #Buda_Pon_Sungsang ,.Disebut Sugihan Tenten karena merupakan hari Ngentenin atau  Memperingatkan, mengingatkan umat manusia bahwa sebelum Kemenangan Dharma tiba, Sang Bhuta Tiga akan hadir untuk menggoda umat manusia. 2. #SUGIHAN_JAWA   #Wrahaspati_Wage_Sungsang disebut SUGIHAN JAWA berasal dari dua kata ;      SUGI  memiliki arti bersih, suci.      JAWA ( Jaba ) yang artinya luar.  Sugihan Jawa adalah hari sebagai Pabersihan /Penyucian segala sesuatu yang berada di luar diri manusia (Bhuana Agung).  Pada hari ini melaksanakan upacara yang disebut #Mererebu atau #Mererebon. Upacara Ngerebon ini dilaksanakan dengan tujuan untuk Nyomia / menetralisir segala sesuatu yang Negatif yang berada pada Bhuana Agung disimbolkan dengan pembersihan Sanggah /Merajan, dan Rumah.  3. #SUGIHAN_BALI #Sukra_Kliwon_Sungsang disebut Sugihan Bali memiliki makna yaitu penyucian/pembers...

NAMA - NAMA BINATANG DALAM BAHASA BALI

Adan-adan buron 1.    Panak Jaran madan bebedag 2.    Panak kambing madan wiwi 3.    Panak meng madan tai 4.    Panak bojog madan apa 5.    Panak sampi madan godel 6.    Panak bebek madan memeri 7.    Panak siap madan pitik 8.    Panak bikul madan nyingnying 9.    Panak bangkung madan kucit 10.    Panak cicing madan kuluk/konyong 11.    Panak kakul madan picipici 12.    Panak penyu madan tukik 13.    Inan lindung madan kodes 14.    Panak capung madan blauk 15.    Celeng ane kaliwat wayah kanti pesu caling madan bangkal 16.    Inan pitike madan pangina 17.    siap ane muani suba wayah madan manuk 18.    yuyu di pasihe madan cangking 19.    kakul di pasihe madan omang-omang 20. Pa nak Maca...

NAMA - NAMA BHUTA KALA

Menurut Lontar Siwa Gama, kata Bhuta berasal dari suku “BHU” yang berarti menjadi, ada, gelap, berbentuk, mahluk. Kemudian berkembang menjadi “BHUTA” yang artinya telah diwujudkan. Sedangkan untuk kata “KALA”, berarti energi, waktu. Sehingga kata BHUTA KALA artinya adalah energi yang timbul dan mengakibatkan kegelapan. Bhuta Kala sering diwujudkan dalam bentuk iblis dengan rupa menyeramkan . Dalam Lontar Purwa Bhumi Kemulan, disebutkan nama-nama Bhuta Kala yang diciptakan dari yoga Bhatari Durga yang menghuni seluruh tempat, antara lain : . - Singha Kala di tanah - Kala Wisesa di langit - Bhuta Lamis di batu - Wisnu Pujut di malam hari - Bangbang Pita di siang hari - Kala Nundang di jalan - DoraKala di pintu gerbang - Hyang Maraja di halaman - Bhuta suci di sanggar - Bhuta Sayah di Bale agung - Kala Graha di Kuburan - Bhuta Ngadang di persimpangan jalan - Kala Dungkang di bebaturan - Bhuta Duleg di bawah tempat tidur - Bhuta Ndelik di bilah-bilah bambu galaran - Bh...