HEWAN APA YANG PALING IKHLAS ?
Waktu pelajaran sekolah dulu guru saya pernah bertanya pada murid-murid satu kelas, " Sebutkan hewan-hewan yang dengan ikhlas membantu manusia ?! " teman-teman pun menjawab bergiliran, ada yang menyebut Kerbau yang sudah membantu petani membajak sawah, lalu kuda yang membantu menarik delman, beberapa lainnya menyebut gajah, sapi dan lain sebagainya.
Apakah jawabannya sepenuhnya benar? Apakah kenyataanya benar begitu ?
Padahal Kerbau belum tentu mau membajak sawah kalau saja mereka tidak dicambuk, mereka bahkan akan lebih memilih lari dan kabur andai dinding hidungnya tidak dilobangi dan diberi tali pengikat. Kuda pun demikian, andai tubuhnya tidak dipenuhi tali kekang dan sering dicambuk belum tentu ia mau menarik delman di jalanan aspal yang keras dan panas yang juga sering menyakiti persendian kakinya.
Kesimpulannya hewan-hewan yang disebutkan diatas belum tentu ikhlas membantu manusia, mereka melakukan itu karena takut pada kekerasan yang akan dialami jika mereka membangkang, ketakutan itu menguasai hidup mereka dan dalam jangka waktu yang cukup panjang maka ketakutan itu berubah menjadi sebuah kebiasaan yang membuat mereka ikhlas menjalani hari-harinya.
bahwa hewan-hewan tersebut berjasa itu sangat benar tetapi belum tentu mereka melakukan semua itu dengan ikhlas, kalaupun ikhlas mungkin lebih tepatnya bahwa pada akhirnya mereka menjadi ikhlas menjalani takdirnya.
Jadi hewan apa yang paling ikhlas ???
Saya cerita dulu ya hehehe.... saya pernah berkunjung ke sebuah desa di pedalaman sumatera, mayoritas warga di desa ini bekerja di perkebunan karet dan kelapa sawit. Tuntutan pekerjaan di perkebunan membuat banyak warga yang memutuskan untuk tinggal di pondok-pondok kayu ditengah kebun yang tentu saja semuanya serba seadanya. Tidak ada listrik, tidak ada kompor gas apalagi internet atau wifi. Cara mengolah makanan beserta bahan-bahan makanannya pun seadanya saja. Saat malam tiba suasana menjadi gelap dan banyak nyamuk, paling-paling lampu minyak yang akan memberikan sedikit penerangan itupun hanya di dalam pondok. Dan ditengah hidup yang serba seadanya ini beberapa warga memiliki anjing peliharaan dan anjing-anjing peliharaan ini tidak ada yang diikat atau dikandangkan, mereka bebas menjelajah kemanapun mereka mau.
Saat waktu makan tiba biasanya mereka akan dipanggil dan diberi makan. Tidak ada dogfood apalagi susu, yang ada hanyalah nasi sayur seadanya dan sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tuannya.
Satu peristiwa yang harus kamu tau adalah saat pagi hari dimana udara masih sangat dingin dan orang-orang mulai berangkat ke ladang atau hutan untuk beraktifitas dengan sigap dan riangnya anjing-anjing peliharaan ini akan bangun, mengibas-ngibaskan ekornya menyambut tuannya lalu kemudian berlari mendahului tuannya masuk ke dalam hutan bersemak yang masih gelap dan dingin. Mengapa anjing-anjing itu melakukan hal ini ? Karena mereka ingin memastikan jalan yang akan dilewati tuannya telah aman untuk dilalui. Tidak ada lagi ular atau binatang buas sebab jika ada maka anjing-anjing itu akan lebih dulu menggonggong untuk memberi peringatan pada tuannya bahkan tak jarang mereka akan lebih dulu menyerang hewan-hewan buas tersebut untuk melindungi tuannya meski harus tercabik, terluka parah bahkan kehilangan nyawa.
Pengorbanan yang begitu besar ini tak lantas membuat dirinya mendapatkan perlakuan istimewa dari tuannya. Hari-harinya akan tetap seperti biasa, ia akan tetap tidur di bawah pondok yang dingin, gelap dan banyak nyamuk.
Lalu kenapa anjing-anjing ini mau melakukan hal itu ? Apakah mereka makhluk bodoh, kenapa mereka mau saja berkorban untuk manusia padahal manusianya tidak memperhatikan mereka ?, kenapa mereka tidak pergi saja mencari majikan baru yang lebih baik, yang mau melindunginya, memperlakukan mereka dengan lebih baik dan memberinya hidup yang lebih indah alih-alih makan seadanya dan tidur kedinginan setiap malam ? Kok bodoh sekali anjing-anjing ini ?
TIDAK..... !!! mereka tidak bodoh, yang mereka lakukan itu bukanlah sebuah kebodohan tetapi itulah keikhlasan, ketulusan dan kesetiaan. Banyak hewan yang baik bagi manusia tetapi yang memiliki ketulusan pada manusia hanyalah anjing.
Bahkan anjing terlantar pun punya ketulusan.
Siapa yang peduli pada anjing terlantar, meski mereka hidup di jalanan dan tak memiliki rumah anjing-anjing terlantar ini tetap akan menggonggongi pencuri yang mencoba memasuki sebuah rumah. Meski naasnya mereka justru lebih sering diusir, dilempari batu atau disiram air oleh pemilik rumah itu.
Apakah mereka dendam dan berniat untuk membalas ? Tidak mereka ikhlas .
Tetapi seakan keikhlasan dan ketulusan mereka belum cukup, beberapa orang justru menjerat mereka, membantai mereka dan memakan mereka. Mengapa ?
Sebab orang-orang itu tidak mampu melihat kebaikan anjing-anjing ini, mereka kesulitan untuk memahami bahwa satu-satunya hewan yang memiliki keikhlasan pada manusia adalah ANJING.
Semoga mudah dipahami,
Salam damai selalu..
Waktu pelajaran sekolah dulu guru saya pernah bertanya pada murid-murid satu kelas, " Sebutkan hewan-hewan yang dengan ikhlas membantu manusia ?! " teman-teman pun menjawab bergiliran, ada yang menyebut Kerbau yang sudah membantu petani membajak sawah, lalu kuda yang membantu menarik delman, beberapa lainnya menyebut gajah, sapi dan lain sebagainya.
Apakah jawabannya sepenuhnya benar? Apakah kenyataanya benar begitu ?
Padahal Kerbau belum tentu mau membajak sawah kalau saja mereka tidak dicambuk, mereka bahkan akan lebih memilih lari dan kabur andai dinding hidungnya tidak dilobangi dan diberi tali pengikat. Kuda pun demikian, andai tubuhnya tidak dipenuhi tali kekang dan sering dicambuk belum tentu ia mau menarik delman di jalanan aspal yang keras dan panas yang juga sering menyakiti persendian kakinya.
Kesimpulannya hewan-hewan yang disebutkan diatas belum tentu ikhlas membantu manusia, mereka melakukan itu karena takut pada kekerasan yang akan dialami jika mereka membangkang, ketakutan itu menguasai hidup mereka dan dalam jangka waktu yang cukup panjang maka ketakutan itu berubah menjadi sebuah kebiasaan yang membuat mereka ikhlas menjalani hari-harinya.
bahwa hewan-hewan tersebut berjasa itu sangat benar tetapi belum tentu mereka melakukan semua itu dengan ikhlas, kalaupun ikhlas mungkin lebih tepatnya bahwa pada akhirnya mereka menjadi ikhlas menjalani takdirnya.
Jadi hewan apa yang paling ikhlas ???
Saya cerita dulu ya hehehe.... saya pernah berkunjung ke sebuah desa di pedalaman sumatera, mayoritas warga di desa ini bekerja di perkebunan karet dan kelapa sawit. Tuntutan pekerjaan di perkebunan membuat banyak warga yang memutuskan untuk tinggal di pondok-pondok kayu ditengah kebun yang tentu saja semuanya serba seadanya. Tidak ada listrik, tidak ada kompor gas apalagi internet atau wifi. Cara mengolah makanan beserta bahan-bahan makanannya pun seadanya saja. Saat malam tiba suasana menjadi gelap dan banyak nyamuk, paling-paling lampu minyak yang akan memberikan sedikit penerangan itupun hanya di dalam pondok. Dan ditengah hidup yang serba seadanya ini beberapa warga memiliki anjing peliharaan dan anjing-anjing peliharaan ini tidak ada yang diikat atau dikandangkan, mereka bebas menjelajah kemanapun mereka mau.
Saat waktu makan tiba biasanya mereka akan dipanggil dan diberi makan. Tidak ada dogfood apalagi susu, yang ada hanyalah nasi sayur seadanya dan sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tuannya.
Satu peristiwa yang harus kamu tau adalah saat pagi hari dimana udara masih sangat dingin dan orang-orang mulai berangkat ke ladang atau hutan untuk beraktifitas dengan sigap dan riangnya anjing-anjing peliharaan ini akan bangun, mengibas-ngibaskan ekornya menyambut tuannya lalu kemudian berlari mendahului tuannya masuk ke dalam hutan bersemak yang masih gelap dan dingin. Mengapa anjing-anjing itu melakukan hal ini ? Karena mereka ingin memastikan jalan yang akan dilewati tuannya telah aman untuk dilalui. Tidak ada lagi ular atau binatang buas sebab jika ada maka anjing-anjing itu akan lebih dulu menggonggong untuk memberi peringatan pada tuannya bahkan tak jarang mereka akan lebih dulu menyerang hewan-hewan buas tersebut untuk melindungi tuannya meski harus tercabik, terluka parah bahkan kehilangan nyawa.
Pengorbanan yang begitu besar ini tak lantas membuat dirinya mendapatkan perlakuan istimewa dari tuannya. Hari-harinya akan tetap seperti biasa, ia akan tetap tidur di bawah pondok yang dingin, gelap dan banyak nyamuk.
Lalu kenapa anjing-anjing ini mau melakukan hal itu ? Apakah mereka makhluk bodoh, kenapa mereka mau saja berkorban untuk manusia padahal manusianya tidak memperhatikan mereka ?, kenapa mereka tidak pergi saja mencari majikan baru yang lebih baik, yang mau melindunginya, memperlakukan mereka dengan lebih baik dan memberinya hidup yang lebih indah alih-alih makan seadanya dan tidur kedinginan setiap malam ? Kok bodoh sekali anjing-anjing ini ?
TIDAK..... !!! mereka tidak bodoh, yang mereka lakukan itu bukanlah sebuah kebodohan tetapi itulah keikhlasan, ketulusan dan kesetiaan. Banyak hewan yang baik bagi manusia tetapi yang memiliki ketulusan pada manusia hanyalah anjing.
Bahkan anjing terlantar pun punya ketulusan.
Siapa yang peduli pada anjing terlantar, meski mereka hidup di jalanan dan tak memiliki rumah anjing-anjing terlantar ini tetap akan menggonggongi pencuri yang mencoba memasuki sebuah rumah. Meski naasnya mereka justru lebih sering diusir, dilempari batu atau disiram air oleh pemilik rumah itu.
Apakah mereka dendam dan berniat untuk membalas ? Tidak mereka ikhlas .
Tetapi seakan keikhlasan dan ketulusan mereka belum cukup, beberapa orang justru menjerat mereka, membantai mereka dan memakan mereka. Mengapa ?
Sebab orang-orang itu tidak mampu melihat kebaikan anjing-anjing ini, mereka kesulitan untuk memahami bahwa satu-satunya hewan yang memiliki keikhlasan pada manusia adalah ANJING.
Semoga mudah dipahami,
Salam damai selalu..
Komentar
Posting Komentar