Langsung ke konten utama

Workshop Pembinaan Kerukunan Intern Umat Beragama



Klungkung (2/7/18), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung membuka secara resmi kegiatan workshop pembinaan kerukunan intern umat hindu se Kabupaten klungkung yang di selenggarakan oleh Kemenag Kabupaten Klungkung bertempat di Aula setempat. Workshop Kerukunan Intern Umat Hindu Kab. klungkung dilaksanakan selama 1 (satu) hari tanggal 2 Juli 2018 di ikuti 100 orang peserta se Kabupaten Klungkung.

Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba dalam sambutannya menyampaikan Kerukunan Intern Umat Beragama merupakan pondasi penting yang mesti lebih dulu di bangun. dikuatkan dan di perkokoh dalam rangka mewujudkan kerukunan eksternal baik dengan umat agama lain maupun pemerintah. hal ini disebabkan antara manusia yang satu dengan yang lain memiliki banyak perbedaan. jadi meskipun sama sama menganut agama hindu belum tentu mempunyai pendapat yang sama dalam menyikapi sesuatu.

Kerukunan intern juga tak lepas dari sejumlah dinamika seperti multikulturalisme, kelembagaan maupun antar tokoh yang kesemuanya muncul dari perbedaan cara pandang. olehnya itu, bila tiap perbedaan terus dipertentangkan dan di dalam jiwa tiap insan tidak memiliki spirit kerukunan yang kuat, niscaya akan menimbulkan riak riak yang menggangu kestabilan kerukunan intern itu sendiri.

Olehnya itu, kegiatan ini sebagai sarana edukasi untuk memberikan pemahaman yang komprensif akan makna kerukunan umat hindu di Kabupaten Klungkung pada khususnya, guna meningkatkan peran aktif dan kerjasama tokoh agama serta lembaga keagamaan hindu dalam membina umat hindu sehingga terwujud masyarakat hindu yang hidup rukun, damai dan toleran.

Kepala Kemenag Kab. klungkung berharap, dengan bekal kerukunan intern umat hindu di kab. Klungkung, akan berkorelasi positif terhadap kerukunan eksternal dengan umat agama lainnya di kab. Klungkung, sehingga kehidupan yang aman, rukun, damai sejahtera dan toleran bisa terus terpelihara dengan baik.

Di Negara Indonesia berbagai macam ras, agama, budaya semuanya kita miliki. Olehnya itu, pemerintah telah merencanakan konsep tri kerukunan untuk umat beragama, tri kerukunan umat beragama tersebut ialah kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragam serta kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Serta empat pilar yang di sepakati oleh seluruh rakyat indonesia sebagai nilai-nilai perekat bangsa yaitu pancasila dan UUD 1945.

Untuk menjaga perbedaan-perbedaan pandangan dalam satu agama bisa melahirkan konflik di dalam tubuh agama itu sendiri terjadi perbedaan yang nyata, kemudian lahir pula perbedaan dalan menafsirkan, penghayatan, kajian tersebut dapat diwujudkan dengan adanya pendekatan Kitab Suci (Weda) terbukti mampu mendisharmoniskan intern umat beragama. hal inilah yang menjadi tugas pokok dari setiap tokoh agama maupun pemangku kepentingan.

Dalam kaitan tersebut ada strategi yang perlu dilakukan seperti, memberdayakan institusi keagamaan, artinya lembaga-lembaga keagamaan kita dayagunakan secara maksimal sehingga akan mempercepat penyelesaian konflik intern umat hindu maupun antar umat beragama. Membimbing umat beragama agar makin meningkatnya keimanan dan ketakwaan mereka pada Tuhan Yang Maha Esa, fungsionalisasi pranata lokal seperti  adat istiadat, tradisi dan norma-norma yang tidak kaku yang akan mendukung upayah keharmonisasian dan kerukunan. Banyak cara untuk  menciptakan kerukunan intern umat beragama adalah dengan  meningkatkan hubungan melalui komunikasi.



Sebelum mengahiri sambutannya kepala Kemenag Kab. klungkung memberikan apresiasi kepada Pembimas Hindu Kemenag Kab Klungkung yang telah banyak memberikan terobosan-terobosan baru terkait dengan kegiatan kerukunan. ia berharap untuk tahun kedepan agar lebih di tingkatkan lagi ujarnya.

Dalam paparannya Drs. i Wayan Santa Adnyana M.Ag yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali menyampaikan Program Workshop Pembinaan Kerukunan Intern Umat Hindu Se Kab. Klungkung merupakan program dalam rangka meningkatkan komunikasi dalam memberikan pemahaman kepada Umat  Hindu untuk mewujudkan toleransi Hindu dalam bingkai Tri Kerukunan serta memberikan pemahaman tentang pentingnya Harmonisasi hubungan intern umat Hindu, Antar Umat Hindu dengan Umat lain dan Antar Umat hindu dengan Pemerintah dalam kearifan lokal yang bernafaskan Hindu.

Kegiatan ini bertemakan “melalui kerukunan intern umat hindu kita tingkatkan kewaspadaan terhadap gerakan radikalisme dalam upaya mewujudkan hidup rukun,damai dan harmonis berdasarkan tri hita karana".



Workshop ini bertujuan Untuk menjalin Komunikasi, koordinasi dan sinergi antara pemerintah, tokoh dan masyarakat guna meningkatkan kualitas kerukunan umat Hindu, Untuk meningkatkan simakrama/sitalurahmi antara pemerintah dengan lembaga umat hindu serta meningkatkan  profesional dalam pelayanan umat Hindu dan Untuk Memantapkan kerukunan Intern Umat Hindu menuju kehidupan yang harmoni dan Santih Jagathita.

Selain itu hadir pula narasumber dari Kasat Bimas Polres Kabupaten Klungkung I Wayan Suastana, SH, dalam paparannya menjelaskan hal - hal terkait dengan Paham Radikalisme dan Intoleransi. Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial politik dengan cara kekerasan atau drastis. Dalam paparannya menghimbau para peserta yang hadir untuk menjauhi segala hal yang tergolong radikalisme dan intoleran di kab. Klungkung, serta turut berperan serta aktif di lingkungannya masing-masing untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan terkait dengan radikalisme dan intolern.



Hadir pada kegiatan ini Ketua PHDI Kab.Klungkung, Pemuka agama hindu, guru-guru agama hindu, tokoh masyarakat, Penyuluh agama Hindu PNS dan Non PNS, Pecalang, Bendesa, Tokoh Pemuda dan umat hindu se Kab. klungkung. (@merta1881)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA - NAMA BINATANG DALAM BAHASA BALI

Adan-adan buron 1.    Panak Jaran madan bebedag 2.    Panak kambing madan wiwi 3.    Panak meng madan tai 4.    Panak bojog madan apa 5.    Panak sampi madan godel 6.    Panak bebek madan memeri 7.    Panak siap madan pitik 8.    Panak bikul madan nyingnying 9.    Panak bangkung madan kucit 10.    Panak cicing madan kuluk/konyong 11.    Panak kakul madan picipici 12.    Panak penyu madan tukik 13.    Inan lindung madan kodes 14.    Panak capung madan blauk 15.    Celeng ane kaliwat wayah kanti pesu caling madan bangkal 16.    Inan pitike madan pangina 17.    siap ane muani suba wayah madan manuk 18.    yuyu di pasihe madan cangking 19.    kakul di pasihe madan omang-omang 20. Pa nak Maca...

API KUNDALINI

API KUNDALINI, BHAIRAWI DAN BHAIRAWA Jika kita telaah secara hati-hati dengan berpegang pada teks-teks Tantra tradisional [bukan hasil interpretasinya] lalu membandingkan ajaran soal Kundalini ini dengan banyak metodelogi Yoga di Bali, kita akan tercengang dengan betapa kayanya tradisi spiritual Bali dengan teknik yoga. Tapi mari kita bahas satu persatu. Malam ini adalah malam Bulan Penuh. Bulan dalam bahasa Kawinya adalah "Chandra",  dan berkaitan dengan "Soma" yang juga dideskripsikan sebagai "Amrta". Kata Chandra mengingatkan pada judul teks lontar, "Chandra Bhairawa", sementara Soma mengingatkan pada "Kakawin Sutasoma", Sang Pangeran Rembulan yang menerima anugerah Durga-Bhairawi. Sedangkan kata Amrta juga sering disebut-sebut dalam lontar, lengkapnya "Amrta Kundalini", yang artinya "amreta yg muncul dari pengolahan api". Apa itu Kundalini? Kundalini adalah "api", soal bagaimana membangkitkan ...

Bendesa Adat Sudaji Mengapresiasi Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa

 Bendesa adat Sudaji, Mengapresiasi Keberadaan Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa.  Singaraja, Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa memberikan Dharma Shanti sekaligus Dharma Tula Suksmaning Kepemangkuan, Uperengga Upacara Yadnya di Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng kota Singaraja pada hari Minggu, (2/4/2023) pagi. Ida Pandita Dukuh Celagi Daksa Dharma Kirti selaku pembina yayasan didampingi Ketua yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa Ir.Jero Mangku Ketut Suryadi menjelaskan, bahwa tujuan dari Yadnya adalah untuk mencapai kebahagiaan baik lahir maupun bathin.  Sebelum beliau melanjutkan, bahwa di dalam ajaran Kabodan ada 3 bentuk rambut yang di muliakan yakni  1. Magotro : angaras bahu 2. Amondi. : Megundul / maplontos  3. Angore    : Megambahan  Sesuai dengan perintah Ida Nabe, beliau ( Ida Dukuh Celagi) ngagem Angore (Megambahan).  Pada dasarnya seorang pemangku itu adalah seorang pelayan umat, demikian juga Seorang...