Langsung ke konten utama

MANFAAT NASI SISA

MANFAAT NASI SISA

Tidak Banyak Yang Tahu, Ternyata Nasi Sisa Bisa Membuat Tanaman Subur dan Berbuah Lebat, Lho! Begini Caranya!!


Senang berkebun? Tapi tanaman tidak tumbuh dan berbuah dengan maksimal? Wah, itu artinya kamu harus tau solusi yang satu ini! Cara ini seperti ramuan ajaib bagi tanaman karena bisa menyuburkan pertumbuhan tanaman lho.

Caranya mudah karena menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di rumah seperti nasi sisa. Ramuan ajaib ini biasanya disebut MOL atau Mikroorganisme Lokal. Mol ini digunakan untuk menyuburkan media tanam. Yuk simak cara pembuatannya yang sederhana ini yang dilansir dari Dkwek.com (26/05/2012)!

1. Siapkan satu mangkok kecil nasi sisa. Masukkan nasi tersebut ke wadah, bisa baskom. Kemudian simpan nasi tersebut ditempat yang teduh tidak terkena cahaya matahari juga tidak terkena hujan. Tidak perlu ditutup ya baskomnya. Lamanya didiamkan hingga muncul banyak jamur berwarna oranye.

2. Ramuan ini seperti kita mengembangbiakkan mikroorganisme. Nantinya ini dapat sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Nah, sesudah muncul banyak jamur berwarna oranye. Tambahkan ke baskom nasi tadi, larutan 1 liter air yang dicampur dengan 5 sendok makan gula pasir. Aduk-aduk hingga tercampur rata.
3. Setelah itu, diamkan ramuan nasi di atas minimal selama seminggu. Tanda ramuan ini siap dipakai yaitu sudah tercium aroma fermentasi seperti aroma tapai.

4. Boleh disaring, boleh juga tidak ya. Kemudian untuk pemakaian takarannya 1:20 dengan air. Jadi 1 sendok makan air ramuan nasi dilarutkan dengan 20 sendok makan air biasa.

5. Setelah dilarutkan, siram secukupnya pada media tanam, jangan ke daunnya ya.

6. Lakukan penyiraman ini sebanyak 2 kali seminggu ya .

Gimana mudah kan? ;-)
Dan okenya ramuan MOL itu bisa diperbanyak alias mikroorganisme yang terkandung bisa kita kembangbiakkan lho. Kan lumayan untuk stok. Hehe.

Cara memperbanyak dengan menggunakan botol air bekas ukuran 1 liter. Kemudian isi botol tersebut dengan air MOL nasi yang belum dilarutkan air. Isi botol cukup setengahnya saja. Lalu tambahkan 5 sendok makan gula pasir, dan penuhi botol dengan air biasa. Simpan selama seminggu, maka mikroorganisme akan berkembangbiak dan ramuan MOL bisa digunakan lagi.

Demikian cara membuat ramuan ajaib penyubur tanaman agar tumbuh berdaun lebat dan pastinya berbuah banyak.

Selamat mencoba ya..
Semoga bermanfaat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA - NAMA BINATANG DALAM BAHASA BALI

Adan-adan buron 1.    Panak Jaran madan bebedag 2.    Panak kambing madan wiwi 3.    Panak meng madan tai 4.    Panak bojog madan apa 5.    Panak sampi madan godel 6.    Panak bebek madan memeri 7.    Panak siap madan pitik 8.    Panak bikul madan nyingnying 9.    Panak bangkung madan kucit 10.    Panak cicing madan kuluk/konyong 11.    Panak kakul madan picipici 12.    Panak penyu madan tukik 13.    Inan lindung madan kodes 14.    Panak capung madan blauk 15.    Celeng ane kaliwat wayah kanti pesu caling madan bangkal 16.    Inan pitike madan pangina 17.    siap ane muani suba wayah madan manuk 18.    yuyu di pasihe madan cangking 19.    kakul di pasihe madan omang-omang 20. Pa nak Maca...

SEJARAH SEMAR DI NUSANTARA

*SEJARAH SEMAR DI NUSANTARA* Semar dalam Kitab Sudamala. Menurut Van Stein Callenfels dalam disertasinya sebagaimana dikutip oleh Mulyono, bahwa Kitab Sudamala dengan tegas telah menyebut nama Semar. Hal ini dapat dilihat pada penggalan bait ke-39 dari kitab tersebut. “PunSmar hamuwus mangke, hatarimengsun kakang matur ring sang mahadibya mangko, haglis ni Putut matura, ring sang maharesi mangke”. Artinya: “Kata-kata dari Putut berbunyi” Inilah Semar yang terhormat, yang diberikan oleh sang pertapa yang baik kepada anda. Sampaikanlah penghormatanku, terimakasihku kepada sang pertapa” (Mulyono, 1982:15-19). Berdasarkan kutipan tersebut bahwa tokoh Semar paling tidak telah ada sejak zaman Majapahit, yaitu abad ke-XV sebagaimana Kitab Sudamala tersebut ditulis. Namun demikian, perlu dikritisi lagi bahwa masih terdapat sumber lain yang tampaknya lebih tua dari Kitab Sudamala yang juga menampilkan nama tokoh Semar, yaitu Kitab Gatutkacasraya. Semar dalam Kitab Gatutkacasraya. ...

KAJANG DALAM UPACARA NGABEN

Kajang berasal dari bahasa kawi yang artinya penutup, atau kerudung. Kajang adalah salah satu piranti upacara Pengabenan. Kajang ini terbuat dari selembar kain putih dengan panjang kurang lebih satu setengah meter (3 hasta). Dalam lembaran kain tersebut ditulisi dengan gambar-gambar tertentu dan aksara-aksara modre yang memiliki nilai-nilai magis sebagai simbol kelepasan. Dalam membuat kajang ini, tidak sembarang orang boleh membuatnya, biasanya orang yang berhak membuat adalah Sang Sulinggih (dwijati) , orang yang ditunjuk/mendapat anugrah dari Sulinggih untuk nyurat kajang, atau pemangku kawitan. Cerita awal tentang kajang ini terdapat dalam Kakawin Bharatayudha, diceritakan dalam kakawin tersebut Dewi Hidimbi meminta sebuah kerudung kepada Dewi Drupadi untuk menutup diri dalam perjalanan yang panas untuk menemui nenek moyang (leluhur) agar tidak mendapat rintangan dalam perjalannya menuju Swarga. Dalam kisah ini tersirat nilai yang sangat mendalam tentang fungsi, dan makna penggun...