Langsung ke konten utama

NAMA - NAMA BHUTA KALA

Menurut Lontar Siwa Gama, kata Bhuta berasal dari suku “BHU” yang berarti menjadi, ada, gelap, berbentuk, mahluk. Kemudian berkembang menjadi “BHUTA” yang artinya telah diwujudkan. Sedangkan untuk kata “KALA”, berarti energi, waktu. Sehingga kata BHUTA KALA artinya adalah energi yang timbul dan mengakibatkan kegelapan. Bhuta Kala sering diwujudkan dalam bentuk iblis dengan rupa menyeramkan

.
Dalam Lontar Purwa Bhumi Kemulan, disebutkan nama-nama Bhuta Kala yang diciptakan dari yoga Bhatari Durga yang menghuni seluruh tempat, antara lain :
.
- Singha Kala di tanah
- Kala Wisesa di langit
- Bhuta Lamis di batu
- Wisnu Pujut di malam hari
- Bangbang Pita di siang hari
- Kala Nundang di jalan
- DoraKala di pintu gerbang
- Hyang Maraja di halaman
- Bhuta suci di sanggar
- Bhuta Sayah di Bale agung
- Kala Graha di Kuburan
- Bhuta Ngadang di persimpangan jalan
- Kala Dungkang di bebaturan
- Bhuta Duleg di bawah tempat tidur
- Bhuta Ndelik di bilah-bilah bambu galaran
- Bhuta Gumulung di tikar pandan
- Bhuta Jempang pada bantal
- Bhuta Asih di tempat tidur
- Bhuta Delep di tugu pekarangan
- Kala Sakti di sanggaran
- Kala Nembah pada cucuran atap
- Kala Nginte di pagar
- Kala Ngintip di tiang rumah
- Bhuta Ngigel di orang kerasukan
- Bhuta Ninjo di gundukan tanah diatas kuburan
- Bhuta Ngilo di sumur
- Bhuta Boset di kuburan anak-anak
- Bhuta Geregek Tonggek di perbatasan
- Bhuta Ulu dan Bhuta Tulus di jurang
- Bhuta Edan di jalan besar
- Bhuta Logok di pertapaan
- Bhuta Bega di pamidangan
- Bhuta Cantula di balai pertemuan
- Bhuta Simuh di senja hari
- Bhuta Nguncang di lesung
- Bhuta Ngadu di jalan depan rumah
- Kuncang Kancing di alat dapur
- Bhuta Grawang di rumah kosong
- Bhuta Lawang di Gang
- Bhuta Lepek di medan perang
- Singanjaya di arena perjudian
- SiddhaKala di pertemuan
- Bhuta Dengkol di kaki tempat tidur
- Kala Mukti di dapur
- Kala Dengsek pada kuburan anak-anak
- Kala Dekek pada dasar tiang rumah.
.
Mereka semua bertugas mengganggu manusia yang dalam hidupnya selalu berbuat tidak baik, agar sadar akan kesalahannya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA - NAMA BINATANG DALAM BAHASA BALI

Adan-adan buron 1.    Panak Jaran madan bebedag 2.    Panak kambing madan wiwi 3.    Panak meng madan tai 4.    Panak bojog madan apa 5.    Panak sampi madan godel 6.    Panak bebek madan memeri 7.    Panak siap madan pitik 8.    Panak bikul madan nyingnying 9.    Panak bangkung madan kucit 10.    Panak cicing madan kuluk/konyong 11.    Panak kakul madan picipici 12.    Panak penyu madan tukik 13.    Inan lindung madan kodes 14.    Panak capung madan blauk 15.    Celeng ane kaliwat wayah kanti pesu caling madan bangkal 16.    Inan pitike madan pangina 17.    siap ane muani suba wayah madan manuk 18.    yuyu di pasihe madan cangking 19.    kakul di pasihe madan omang-omang 20. Pa nak Maca...

API KUNDALINI

API KUNDALINI, BHAIRAWI DAN BHAIRAWA Jika kita telaah secara hati-hati dengan berpegang pada teks-teks Tantra tradisional [bukan hasil interpretasinya] lalu membandingkan ajaran soal Kundalini ini dengan banyak metodelogi Yoga di Bali, kita akan tercengang dengan betapa kayanya tradisi spiritual Bali dengan teknik yoga. Tapi mari kita bahas satu persatu. Malam ini adalah malam Bulan Penuh. Bulan dalam bahasa Kawinya adalah "Chandra",  dan berkaitan dengan "Soma" yang juga dideskripsikan sebagai "Amrta". Kata Chandra mengingatkan pada judul teks lontar, "Chandra Bhairawa", sementara Soma mengingatkan pada "Kakawin Sutasoma", Sang Pangeran Rembulan yang menerima anugerah Durga-Bhairawi. Sedangkan kata Amrta juga sering disebut-sebut dalam lontar, lengkapnya "Amrta Kundalini", yang artinya "amreta yg muncul dari pengolahan api". Apa itu Kundalini? Kundalini adalah "api", soal bagaimana membangkitkan ...

Bendesa Adat Sudaji Mengapresiasi Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa

 Bendesa adat Sudaji, Mengapresiasi Keberadaan Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa.  Singaraja, Yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa memberikan Dharma Shanti sekaligus Dharma Tula Suksmaning Kepemangkuan, Uperengga Upacara Yadnya di Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng kota Singaraja pada hari Minggu, (2/4/2023) pagi. Ida Pandita Dukuh Celagi Daksa Dharma Kirti selaku pembina yayasan didampingi Ketua yayasan Padukuhan Sri Chandra Bhaerawa Ir.Jero Mangku Ketut Suryadi menjelaskan, bahwa tujuan dari Yadnya adalah untuk mencapai kebahagiaan baik lahir maupun bathin.  Sebelum beliau melanjutkan, bahwa di dalam ajaran Kabodan ada 3 bentuk rambut yang di muliakan yakni  1. Magotro : angaras bahu 2. Amondi. : Megundul / maplontos  3. Angore    : Megambahan  Sesuai dengan perintah Ida Nabe, beliau ( Ida Dukuh Celagi) ngagem Angore (Megambahan).  Pada dasarnya seorang pemangku itu adalah seorang pelayan umat, demikian juga Seorang...