Langsung ke konten utama

CANDRA BRATA

Candra Vrata
Pemujaan Dewi Bulan. Vrata ini disarankan khusus untuk wanita, dapat pula dilakukan oleh wanita muda yang belum menikah. Tujuannya untuk mendoakan kehidupan yang baik, keberuntungan, lemah lembut dan pikiran yang jernih serta jodoh yang setara dengan Sūrya. Bagi wanita berumah tangga, Candra Vrata sangat baik untuk keharmonisan rumah tangga, mendapatkan keturunan yang suputra

Waktu pelaksanaan : Setiap bulan Purnama
Tata caranya,
1. Wanita harus bangun pagi-pagi mempersiapkan diri untuk Vrata, Mandi pagi dan memuja para Dewa (Boleh memuja Dewata keluarga atau dewa pujaan pribadi). Doa dimulai dengan Om Karam 3 x, Gayatri Mantra 21 x atau 108 x dan dilanjutkan dengan doa-doa lain sebagaimana kebiasaan. Lakukan pukul 4 atau 5 pagi.
2. Wanita berpuasa penuh atau dapat juga hanya dengan meminum air putih saja, sampai bulan terbit dan selesai melakukan pemujaan
3. Pemujaan Candra dilakukan ketika bulan sudah terbit, yakni dengan mempersiapkan sarana prasarana, dupa, bunga harum, bisa ditambah dengan kelapa untuk dipersembahkan. Juga disiapkan air tirta yang diisi dengan bunga harum.
4. Pemujaan dilakukan diluar ruangan, dapat dibalkon atau dihalaman, di merajan atau ditempat yang nyaman yang bertatapan langsung dengan bulan. Dapat dilakukan setelah melakukan persembahyangan Purnama. Pemujaan dilakukan secara sederhana, dengan menghaturkan sembah sujud, mencakupkan tangan dan berdoa di dalam Hati “ Oh Dewi Bulan, Dewi Chandra, hamba menghaturkan sembah kepada-Mu. Semoga Engkau berkenan menganugrahi dengan sifat-sifat yang baik, ketulusan, kemujuran bagi hamba dan seluruh keluarga. Semoga cahayaMu yang menyejukkan mengharmoniskan keluarga hamba. Setelah melakukan sembah terakhir dengan mencakupkan tangan, anda dapat memercikkan tirta ke kepala dan diminum. Sisa tirta sebaiknya digabungkan dengan air minum dan air mandi. Air ini sekaligus merupakan berkat bagi seluruh anggota keluarga. Setelah pemujaan selesai, pemuja dapat membuka puasanya. Semoga Brata ini memberikan kepada anda dan seluruh keluarga
Jika Vrata dilakukan oleh wanita yang belum berkeluarga dan sedang mencari jodoh. Sekaligus dapat melakukan permohonan untuk mendapatkan suami yang baik dan bertemu di saat yang tepat. Juga sekaligus mendoakan jodohnya agar hidup dengan baik dan berkualitas.
Aturan dasar ketika kita memiliki vrata adalah, harus menjaga lisan dan pikiran serta perbuatan sepanjang hari. Ini akan menjadi berat, tetapi percayalah, punya (pahala), kekuatan akan berkumpul pada tubuh kita.

PERINGATAN :  JIKA ANDA SUDAH MELAKUKAN VRATA, JANGAN MENGELUARKAN KUTUKAN. Sebab Itu Akan Terjadi, Tapi Anda Akan Membayarnya Dengan Pahala Atas Vrata Anda. Saldonya Akan Habis Dan Anda Bisa Jadi Tidak Memiliki Tabungan lagi  Bila Anda Membutuhkannya Sendiri atau untuk keluarga anda. Kutukan wanita yang melakukan vrata akan sangat berat dan mengerikan. Mohon kepada wanita yang melakukan Vrata tidak melakukannya. Berbaik hatilah, berbelas kasihanlah pada mereka yang mungkin jahat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA - NAMA BINATANG DALAM BAHASA BALI

Adan-adan buron 1.    Panak Jaran madan bebedag 2.    Panak kambing madan wiwi 3.    Panak meng madan tai 4.    Panak bojog madan apa 5.    Panak sampi madan godel 6.    Panak bebek madan memeri 7.    Panak siap madan pitik 8.    Panak bikul madan nyingnying 9.    Panak bangkung madan kucit 10.    Panak cicing madan kuluk/konyong 11.    Panak kakul madan picipici 12.    Panak penyu madan tukik 13.    Inan lindung madan kodes 14.    Panak capung madan blauk 15.    Celeng ane kaliwat wayah kanti pesu caling madan bangkal 16.    Inan pitike madan pangina 17.    siap ane muani suba wayah madan manuk 18.    yuyu di pasihe madan cangking 19.    kakul di pasihe madan omang-omang 20. Pa nak Maca...

SEJARAH SEMAR DI NUSANTARA

*SEJARAH SEMAR DI NUSANTARA* Semar dalam Kitab Sudamala. Menurut Van Stein Callenfels dalam disertasinya sebagaimana dikutip oleh Mulyono, bahwa Kitab Sudamala dengan tegas telah menyebut nama Semar. Hal ini dapat dilihat pada penggalan bait ke-39 dari kitab tersebut. “PunSmar hamuwus mangke, hatarimengsun kakang matur ring sang mahadibya mangko, haglis ni Putut matura, ring sang maharesi mangke”. Artinya: “Kata-kata dari Putut berbunyi” Inilah Semar yang terhormat, yang diberikan oleh sang pertapa yang baik kepada anda. Sampaikanlah penghormatanku, terimakasihku kepada sang pertapa” (Mulyono, 1982:15-19). Berdasarkan kutipan tersebut bahwa tokoh Semar paling tidak telah ada sejak zaman Majapahit, yaitu abad ke-XV sebagaimana Kitab Sudamala tersebut ditulis. Namun demikian, perlu dikritisi lagi bahwa masih terdapat sumber lain yang tampaknya lebih tua dari Kitab Sudamala yang juga menampilkan nama tokoh Semar, yaitu Kitab Gatutkacasraya. Semar dalam Kitab Gatutkacasraya. ...

API KUNDALINI

API KUNDALINI, BHAIRAWI DAN BHAIRAWA Jika kita telaah secara hati-hati dengan berpegang pada teks-teks Tantra tradisional [bukan hasil interpretasinya] lalu membandingkan ajaran soal Kundalini ini dengan banyak metodelogi Yoga di Bali, kita akan tercengang dengan betapa kayanya tradisi spiritual Bali dengan teknik yoga. Tapi mari kita bahas satu persatu. Malam ini adalah malam Bulan Penuh. Bulan dalam bahasa Kawinya adalah "Chandra",  dan berkaitan dengan "Soma" yang juga dideskripsikan sebagai "Amrta". Kata Chandra mengingatkan pada judul teks lontar, "Chandra Bhairawa", sementara Soma mengingatkan pada "Kakawin Sutasoma", Sang Pangeran Rembulan yang menerima anugerah Durga-Bhairawi. Sedangkan kata Amrta juga sering disebut-sebut dalam lontar, lengkapnya "Amrta Kundalini", yang artinya "amreta yg muncul dari pengolahan api". Apa itu Kundalini? Kundalini adalah "api", soal bagaimana membangkitkan ...